Alumni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Kompetensi utama lulusan

Lulusan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan KKNI Level 6, yaitu:

  1. memiliki kecakapan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dan profesional berdasarkan hasil analisis terhadap informasi dan data serta dapat memilih berbagai solusi alternatif secara mandiri dan kelompok dalam memecahkan persoalan pembelajaran dan layanan perkembangan peserta didik yang dihadapinya sesuai dengan konteksnya untuk memperoleh hasil pembelajaran terbaik dan pengembangan peserta didik yang optimal;
  2. menguasai pengetahuan bahasa dan sastra Indonesia;
  3. terampil berbahasa Indonesia setara jenjang unggul;
  4. mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip kurikulum, perencanaan pembelajaran, strategi belajar dan pembelajaran, serta penilaian dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia;
  5. mampu menerapkan metodologi penelitian yang tepat untuk memecahkan masalah belajar dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia;
  6. mampu mengomunikasikan hasil-hasil kajian belajar dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia secara lisan dan tulis; dan
  7. memiliki tanggung jawab terhadap profesi yang menjadi tugasnya.

Kompetensi pendukung lulusan

Selain memiliki kompetensi utama yang setara KKNI level 6, mahasiswa juga dibekali dengan kompetensi pendukung. Kompetensi tersebut antara lain: penguasaan bahasa asing (bahasa Inggris) dan penguasaan media TIK. Bahasa asing, dalam hal ini salah satu bahasa resmi PBB yaitu bahasa Inggris, diperlukan untuk mendukung kompetensi utama lulusan sehingga dapat berinteraksi pada tataran internasional. Penguasaan media TIK menjadi hal yang cukup penting pada zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Kemampuan untuk menggunakan berbagai piranti teknologi untuk membantu memaksimalkan kompetensi utama perlu dimiliki

Kompetensi lainnya/pilihan lulusan

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyediakan tiga kompetensi lain yang merupakan pilihan, yaitu: Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Jurnalistik, dan Sanggar Sastra. Pilihan BIPA mengarah pada kompetensi pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Kompetensi ke-BIPA-an yang dikuasai antara lain: perencanaan pembelajaran, pemilihan dan perancangan media, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta manajemen penyelenggaraan program BIPA. Pilihan Jurnalistik mengarah pada penguasaan kompetensi jurnalistik seperti dasar-dasar jurnalistik, penulisan berita, opini, feature, penyuntingan, dan manajemen penerbitan. Pilihan Sanggar Sastra mengarah pada penguasaan kompetensi yang terkait dengan proses kreatif seni dan sastra, antara lain: alih wahana, penulisan kreatif sastra, keaktoran dan penyutradaraan, penataan artistik, manajemen pagelaran, dan resensi seni.